ini tak seperti dalam cerita sinetron, ayah/ibu tiri terkesan jahat. tapi dalam cerita hidupku justru sebaliknya. yap aku punya ayah tiri sejak duduk di Taman Kanak-kanak. jika dihitung sampai sekarang, bisa dibilang sudah 17 tahun ayah bersama keluarga kami.
awalnya keluarga tidak terima, bahkan aku ! ya meskipun masih kecil aku juga mengerti apa yang terjadi, tapi sayang saat itu hanya bisa diam karna suaraku mungkin dianggap seperti minta permen ataupun ice cream.
semakin umurku bertambah, aku semakin dewasa seperti gadis pada umumnya. aku suka beli ini itu, aku suka jalan-jalan kemana saja yang aku suka, aku suka makan makanan yang selalu up to date, aku ikut kursus apapun yang menurutku penting untuk masa depan dan karir ku, aku didaftarkan kuliah meskipun hanya di Sekolah Tinggi Swasta, tapi aku syukuri semua. dan itu berkat kerja keras ayah.
banyak yang aku kagumi darinya. pertama, ayah pinter sekali memasak, dalam satu hari ayah bisa masak cemilan yang lezat kapan saja yang ayah mau, bahkan masakan ayah lebih lezat dibandingkan mamah hehe peace mom. sangat salut lihat lelaki yang pinter masak.
kedua, ayah si pekerja keras. diusia nya yang 40-an tp masih kuat bekerja, bahkan badan nya masih kuat dan gagah, meskipun kadang mengeluh lelah, tapi menurutku itu manusiawi. yang jelas aku salut karena ayah mau bekerja keras untuk menghidupi keluarga yang sebagiannya itu bukan darah dagingnya bahkan semua kebutuhan sejak aku kecil sampai sekarang. ayah sungguh luar biasa !
ketiga, ayah si penyayang. itu tak bisa dipungkiri, buktinya sampai aku dewasa saat ini ayah ikhlas apapun yang sudah ia korbankan untuk kehidupan kami. ayah tak pernah mengeluarkan kata untuk dimintai balas budi, tak pernah SEKALIPUN ! ayah hanya melakukan apa yang dilakukan sebagai seorang ayah dan imam keluarga pada umumnya. tak membedakan apakah tiri atau kandung. jika anak nya salah ayah kadang mengomel yang tujuannya untuk menasehati, dan aku memaklumi. :)
sebagai seorang anak yang dibesarkan dengan ikhlas, aku menghargainya. saat sakitpun aku tidak tega melihatnya, karena banyak cerita mamah mengenai keikhlasannya membesarkanku, dan sudah aku anggap seperti ayahku sendiri.
saat ziarah ke makam ayah kandungku, aku juga berdoa semoga ayah tenang disisi Nya, karena aku baik-baik saja disini, berkat ayah yang dikirimkan Allah untuk membesarkanku.
terimakasih mamah, terimakasih ayah, terimakasih ayah..
LOVE YOU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar